Text
Pesantren Studies: Dinamika dan Tantangan Baru di Era Modern
Keberadaan pesantren merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehadiran Islam di bumi Nusantara. Pesantren telah hadir di Nusantara dalam waktu yang sangat lama. Pesantren hadir di Nusantara jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Pesantren telah hadir semenjak kehadiran Islam di Nusantara. Di Jawa, misalnya kehadiran pesantren bersamaan waktunya dengan kehadiran para Waliyullah. Pesantren Ampel hadir bersamaan dengan kehadiran Kanjeng Sunan Ampel, Pesantren Giri hadir bersamaan dengan kehadiran Kanjeng Sunan Giri. Pesantren Giri Amparan Jati di Banten seirama dengan kehadiran Syekh Datuk Kahfi. Pesantren di Majagung di Jombang seirama dengan kehadiran Abu Huraerah. Pesantren Bangkuning Surabaya seirama dengan kehadiran Syekh Bangkuning. Inilah pesantren pada zaman kewalian. Pesantren menjadi tempat untuk belajar ilmu agama Islam yang diajar langsung oleh para waliyullah. Para santri waliyullah itulah yang kemudian memegang estafet pelanjut dan pengembang pesantren. Mereka adalah orang yang memperoleh ikatan genealogi keilmuan dari para Waliyullah. Seirama dengan perkembangan zaman, maka pesantren mengalami perubahan. Melalui visi kiai yang semakin maju, maka pesantren tidak hanya mengajarkan mengenai Ilmu keislaman, akan tetapi juga ilmu umum. Bahkan juga melakukan perubahan dengan mengadaptasi ilmu umum, seperti Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Bahasa Indonesia, ilmu ekonomi dan sebagainya. Pesantren juga berkembang dengan pengembangan ekonomi, seperti mendirikan koperasi, bahkan ritel berjejaring. Semua perkembangan di dunia pesantren tersebut menggambarkan bahwa dunia pesantren bukanlah dunia yang jumud, yang tidak berkembang. Akan tetapi pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang untuk merespon atas perubahan sosial yang terus terjadi, termasuk respons atas perkembangan teknologi informasi yang tidak dapat dihindari.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain