Text
Membaca Kegelisahan Generasi Z
Semua orang ingin bahagia, sebuah damba abadi yang melintasi sekat gender, usia, hingga untaian doa sa’idun fiddaraini. Namun, bagaimana jika definisi "bahagia" itu kini dibajak oleh algoritma, layar gadget, dan dunia virtual yang serbacepat? Hari ini, kita hidup di era Genzi (Generasi Z). Sebuah generasi yang lahir di tengah dunia volatile yang penuh kejutan tak terduga, mulai dari hantaman pandemi hingga ledakan Artificial Intelligence (AI). Mereka adalah digital native yang menguasai teknologi sejak usia dini, lihai memanen rupiah lewat media sosial, sekaligus menjadi kelompok paling antusias terhadap kecerdasan buatan. Namun, di balik kelincahan jemari mereka, ada harga mahal yang harus dibayar. Genzi tumbuh dalam kepungan labelling yang meresahkan: Generasi Strawberry (tampak indah tapi rapuh), Generasi Rebahan & Konsumtif, hingga Generasi Self-Reward & Rawan Depresi Buku ini hadir bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai kompas kritis dan empatik. Di tengah badai adiksi gawai dan social entropy, bagaimana kita bisa mengarahkan Genzi agar tidak tersesat dalam hiburan semu, melainkan mampu mengoptimalkan talenta digitalnya demi kebahagiaan yang hakiki? Buku ini merupakan bacaan wajib bagi para Baby Boomers, Generasi X, Y, hingga Genzi sendiri. Karena menyelamatkan masa depan Genzi adalah tugas kolektif kita untuk merawat masa depan bangsa.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain