Text
Melawan Radikalisme Agama: Sinergi Kontra Narasi dan Membumikan Keberagamaan Inklusif
Lahirnya buku ini merupakan salah satu bentuk ketidaksepakatan terhadap kelompok yang merasa paling benar, takfiri, membid’ahkan, bahkan menolak perbedaan di tengah warna-warni kehidupan sosial-keagamaan. Identitas lain dari kalangan yang mengaku paling agamis ini adalah, mereka melegalkan segala cara untuk mencapai tujuannya dalam bentuk kekerasan maupun pemberontakan, baik memperkosa ayat-ayat Qur’an untuk kepentingan individu atau kelompoknya, mengatasnamakan Tuhan, membela agama, dan memerangi orang-orang yang dipandang sesat. Meski kuantitasnya terbilang sedikit dalam konteks Indonesia, namun jaringan internasional kelompok radikalis saling terhubung antar negara menembus batas ruang dan waktu. Bahkan di era kontemporer saat ini, ruang gerak kelompok radikal juga berupaya menguasai media online sebagai basis penyebaran ideologinya. Inilah yang kemudian menjadi masalah besar bagi negara, bangsa dan agama, sebab melihat konteks Indonesia yang plural dan syarat akan keberagaman akan selalu salah di mata orang-orang yang terpapar ideologi radikal. Radikal yang dimaksud tidak hanya dalam segi pemahaman terhadap substansi keagamaan yang melenceng dari kaidah agama (Islam) itu sendiri, namun juga dalam bentuk tindakan yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan hak-hak orang lain.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain